Alat Pembaca Telapak Tangan, Pengamanan yang Semakin Pintar

Juni 18, 2009 at 3:33 pm 8 komentar

*Tulisan dari kucingfisika.com

Gambaran dari markas pusat mata-mata yang dilindungi oleh alat berteknologi tinggi yang memindai wajah, jari, dan bagian tubuh lain untuk mencegah penyusup telah lama ada bersama kita semenjak perang dingin. Sistem pengamanan canggih seperti alat-alat tersebut telah menunjukkan kemampuannya diluar penggunaan pada Hollywood (ingat James Bond), tapi perusahaan Fujitsu dari Jepang berharap untuk merubah semua itu dengan suatu alat yang mengecek identifikasi berdasarkan bantuk unik dari pembuluh darah yang ada pada telapak tangan seseorang.

Perusahaan yang disebut PalmSecure system adalah pengamanan biometrik yang berkerja dengan mencocokan pembuluh darah dari seseorang yang membutuhkan akses, sebagai contoh, pada ATM, dengan pindaian informasi biologi yang ditampung dalam database. Mulai bulan depan, Fujitsu akan mulai menjual software yang memungkinkan PalmSecure untuk dapat digunakan dengan komputer rumah.

 Sidik jari (masing-masing orang memiliki garis unik pada ujung jarinya) adalah satu fitur yang paling sering digunakan pada sistem pengamanan biometrik; kita akan mendapatkan akses jika sidik jari kita cocok dengan salahsatu data yang tersimpan dalam sistem. Masalahnya adalah, alat pemindai semacam itu mahal untuk penyusunannya dan perawatannya.

 Tujuan Fujitsu adalah untuk mengembangkan kemampuan dengan menggunakan pembuluh darah bila dibandingkan dengan sidik jari. Meskipun sistem pengenalan pembuluh darah relatif baru, mereka berjanji untuk mengganti kedudukan biometric berdasarkan sidik jari dalam beberapa cara: Pemindai sidik jari memerlukan jari menyentuh alat pemindainya, yang bisa meninggalkan jejak yang dapat mempengaruhi akurasinya ataupun berpotensial untuk menyebarkan bakteri.

Pengguna PalmSecure, tentu saja tidak perlu menyentuh alatnya – yang berupa alat berbentuk persegi berukuran 1,4 inchi (3,5 mm) dan dengan tinggi sekitar 1 inchi (27 mm) – untuk dapat membaca bentuk pembuluh telapak tangan. PalmSecure dapat membaca telapak tangan selama diletakan dari alat sejauh maksimal 2 inchi (50 milimeter) dari alatnya, jadi sentuhan langsung tidak diperlukan disini. Bentuk telapak tangan ini juga sangat sulit untuk dipalsukan karena membutuhkan darah yang mengalir pada tangan; eksperimen menunjukkan bahwa pemindai sidik jari dapat dimanipulasi dengan hasil fotokopi, bekas sidik jari, maupun jejak sidik jari yang terdapat pada lilin mainan.

Bisnis Jepang dan sekolah telah sukses menggunakan PalmSecure semenjak 2004 untuk mengamankan pintu masuk, komputer log-in dan ATM. “Lebih dari satu juta orang menggunakan teknologi ini pada pada bank Jepang terbesar (Tokyo-Mitsubishi UFJ) untuk mengakses data akun bank mereka,” kata Hiroko Naito, manajer pengembangan bisnis untuk Fujitsu Computer Products of America, yang berpusat di Sunnyvale, California. “Ketika para pelanggan mencoba untuk melakukan transaksi, mereka menggunakan kartu ATM, PIN, dan telapak tangan; ini menjadi tiga faktor autentikasi.

PalmSecure menggunakan gelombang cahaya mendekati inframerah pada spektrum elektromagnetik untuk memindai telapak tangan seseorang dan mengidentifikasi pembuluh darah, sebagaimana sidik jari tidak akan berubah sepanjang hidupnya kecuali karena suatu kecelakaan atau penyakit.

Alat biometrik lainnya yang ditawarkan oleh Fujitsu (juga oleh pesaingnya Hitachi) memindai kapilaritas pada jari seseorang untuk mengidentifikasinya. Meski metode ini mampu menghindari masalah sensitifitas sensor dan tidak dapat dimanipulasi, Naito juga mengatakan bahwa alat ini masih beresiko. “Pemindai yang mencari pembuluh darah di jari juga melihat kapilaritasnya untuk mendapatkan banyak informasi dalam memastikan suatu jari,” katanya. “Tapi kapilaritas jari sangat sensitif pada temperatur dan dapat hilang jika jari tersebut terlalu hangat.”

 Sistem yang memindai iris mata, atau bagian yang berwarna pada mata, dianggap sebagai alat pengamanan biometrik yang paling akurat. Karena, seperti telapak tangan, iris memiliki pembuluh darah yang hanya berubah sedikit, seumur hidup. Tapi pemindai iris tidak dapat digunakan bagi yang peka, karena mereka membutuhkan berkas inframerah untuk disinari ke mata sehingga membuat berkas dari pembuluh darah. Alat pemindai iris juga dapat terhambat oleh kelopak mata atau bulu mata. Tapi, tidak semua orang yakin dengan pengamanan telapak tangan ini, meski telah diberikan sekian banyak studi lapangan oleh Fujitsu.

Mark Ombrellaro, dokter bedah spesialis pembuluh darah di Eastside Vascular di Bellevue, Washington, yang juga merupakan

executive officer di Redmond, Washington – berdasarkan health care technology company TouchNetworks, sangat sulit bagi kemampuan PalmSecure untuk mengidentifikasi bentuk aliran darah secara spesifik. “Kita perlu menyesuaikan alatnya agar kita tidak mendapat terlalu banyak noise (gangguan/hal yang tidak diperlukan yang mengganggu akurasinya, red.), disamping itu kita akan mendapatkan banyak blobogram,” katanya.

Fujitsu menyatakan bahwa teknologi ini memetakan hanya pembuluh darah yang membawa oksigen – membawa darah yang mengarah kembali ke jantung – pembuluh darah tersebut menyerap gelombang cahaya dekat inframerah dari PalmSecure dan nantinya pada bagian pembuluh darah tersebut akan terlihat lebih gelap bila dibandingkan jaringan lain disekelilingnya.

Ketika Fujitsu menyatakan bahwa setiap orang memiliki susunan pembuluh darah yang unik dan berbeda pada telapak tangannya, terdengar masuk akal memang, tapi Ombrellaro mengatakan bahwa ia sendiri tidak yakin akan hal tersebut.

Entry filed under: Technology. Tags: , , .

Abu Batubara Lebih Radioaktif dari Sampah Nuklir Fitnah Dajjal

8 Komentar Add your own

  • 1. embun777  |  Juni 19, 2009 pukul 9:46 am

    Waah canggih yaa.., klo aja selain PIN metode Finger Touch sbg penindai dan otentikasi transaksi di ATM ..lebih aman kalee yaa….!?
    wallah.., naon eta..??

    Balas
    • 2. Sulistya Indriani  |  Juni 20, 2009 pukul 3:07 pm

      semoga ja bisa di kembangkan lagi…..
      canggih deh…

      Balas
  • 3. kank_ripay  |  Juni 19, 2009 pukul 8:13 pm

    busyet,.. bagus juga…

    Balas
  • 4. suwung  |  Juni 19, 2009 pukul 10:12 pm

    takut malahan diriku
    takut dibaca ntar kosong alias suwung adanya

    Balas
  • 6. Juliawan  |  Juni 20, 2009 pukul 6:48 am

    hmm iya itu kayak pendeteksi ID gt ya ?hohoho kalo gak salah sekarang yang canggih itu adalah yang memakai mata kalo gak salah jadi bola mata kita bisa discan dialamat canggih tersebut jadilah hahahahaha sesuatu yang menarik bukan,Indonesia lom mampu keliatannya bikin kayak gituan soalnya mahal kali yya,hohoho thanks ya bro ^^ uda mampir keblog gua,gua uda mulai update lagi blog gue ^^ hehehe salam kenal ya bro^^

    Balas
    • 7. Sulistya Indriani  |  Juni 20, 2009 pukul 3:11 pm

      tapi indonesia, juga dah mulai meniti karirnya di bidan IT

      Balas
  • 8. tforce2009  |  Juni 20, 2009 pukul 10:21 am

    keren juga.
    http://tforce2009.wordpress.com/

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Who am i?

Archives

Visitor

  • 1,380,799 visitors
Juni 2009
M S S R K J S
« Mei   Jul »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

%d blogger menyukai ini: